Profil

Jumat, 23 November 2012

Kamu dan Aku di Tambah Dia

Kita bertemu lewat es krim
Manis membekas, hingga cair terluka
Aku merengkuh tak ingin lepas, bersandar tak berpendar
Kita mendengungkan banyak hal di kala senja,
Mulai dari kobo chan hingga hentai, dari Newton hingga Leonhard Euler
Menyayangimu adalah sebuah cacian
Memilikimu adalah sebuah serapah
Ya, bagi mereka.
Mereka yang tak mengerti aku. Tak tahu perasaanku
Dee berkata, satu adalah menggenapkan dan dua adalah melenyapkan
Lantas,  aku adalah pihak yang tersesat. Lenyap dan hilang ditengah himpitan hina
Aku sangat tahu, kamu memilikinya.
Tapi aku juga sangat tahu, kamu menyanyangiku seperti aku mengertimu
Kamu adalah jodohku. Dan mengapa tidak, jodohmu lebih dari satu?
Aku tak mempermasalahkan itu.
Cinta adalah sebuah keikhlasan. Cukup itu.
Titik

Aku dan Kamu

Bisa saja aku menjadi kamu dan kamu menjadi aku
Tapi yang aku mau kita jadi satu
jadi satu kesatuan yang padu
Padu padan jadi serasi dan seru
Karena aku tahu,
bagaimana pun kita coba
kau takkan pernah jadi aku
dan aku takkan pernah jadi kamu
jadi aku akan biarkan aku dengan keakuan ku
dan kamu dengan cara mu
menilai sesuatu
sampai kamu tahu
Apa itu aku?
Apa itu kamu?
Apa yang aku mau?
Dan ke mana arah tujuanmu
coba jelaskan padaku
dan mungkin aku akan mendengarkan mu
atau aku akan bosan dan berlalu
tapi kita tak akan pernah tahu
atau aku akan menyerah pada keangkuhan aku dan kamu
dan berhenti mempelajari langkah mu
dan sampai suatu saat kamu
akan tinggalkan aku
bersama awan kelabu
menyerah pada kenyataan di mana aku dan kamu
hanya ditakdirkan menjadi aku dan kamu
jadi hari ini biarkan aku
menikmati mu dan kamu tentu boleh nikmati aku, sepuas mu
hilangkan segala kecemasan itu
karena itu hanyalah cara ku
cara sederhana ku untuk mendefinisi kamu dan aku

Mengapa Harus Cinta?


Cinta itu seperti arti yg indah dan agung,
berbahagialah yang pernah mendapatkannya meskipun tidak abadi

Cinta tidak membuat dunia berputar
Cinta inilah yang membuat perjalanan tersebut berharga

Cinta tidak berupa tatapan satu sama lain,
tetapi memandang ke luar bersama ke arah yang sama.

Bel bukanlah bel sebelum engkau membunyikannya
Lagu bukanlah lagu sebelum engkau menyanyikannya
Cinta di dalam hatimu tidak diletakkan untuk tinggal di sana

Cinta bukanlah cinta sebelum engkau memberikannya
Nafsu adalah emosi
Cinta adalah pilihan
Cara untuk mencintai sesuatu adalah dengan menyadari
Bahwa sesuatu itu mungkin hilang

Cinta adalah kunci induk yang membuka Gerbang kebahagiaan
Kekasih yang bijaksana tidak menghargai hadiah dari kekasihnya
Sebesar cinta dari si pemberi

Jika anda ingin dicinta, mencintalah
dan jadilah orang yang pantas dicinta

Di antara mereka yang saya sukai atau kagumi,
saya tidak dapat menemukan suatu kesamaan
Tetapi di antara mereka yang saya kasihi,
saya dapat menemukannya: mereka semua membuat saya tertawa

Persahabatan sering berakhir dengan cinta
Tetapi cinta kadang berakhir BUKAN dengan persahabatan

Kita harus sedikit menyerupai satu sama lain
untuk mengerti satu sama lain
Tetapi kita harus sedikit berbeda
Untuk mencintai satu sama lain

Cinta yang belum matang berkata:
"Aku cinta kamu karena aku butuh kamu"
Cinta yang sudah matang berkata:
"Aku butuh kamu karena aku cinta kamu"

Cinta memasukkan kesenangan dalam kebersamaan
kesedihan dalam perpisahan harapan pada hari esok kegembiraan di dalam hati

Siapa pun yang mempunyai hati penuh cinta selalu mempunyai sesuatu untuk diberikan
Cinta sejati dimulai ketika tidak sesuatu pun diharapkan sebagai balasan

Segera sesudah kita belajar mencinta
Kita akan belajar untuk hidup

Cinta...
Jika anda memilikinya, anda tidak memerlukan sesuatu pun yang lain
Dan jika anda tidak memilikinya,apa pun yang lain yang anda miliki tidak banyak berarti

Cinta tidak dapat dipaksakan
Cinta tidak dapat dibujuk dan digoda
Cinta muncul dari Surga tanpa topeng dan tanpa dicari

Cobalah bernalar tentang cinta dan engkau pun
akan kehilangan nalarmu

Benci dan Sayang

Benci dan sayang itu memang satu…
Sayang dan benci itu adalah saudara….
Kadang benci, kadang Sayang,
dan benci itu adalah rasa….
rasa yang selalu menemani ketika kita tidak merasa sayang…

"Aku Benci Kamu" rasa itu terkadang hadir
dan rasa sayang pun tak pernah jauh
Keduanya seakan selalu menemani
karena keduanya saling menyatu….

Benci, kenapa ada benci...?
Sayang, kenapa ada sayang...?
Benci untuk siapa...?
dan sayang untuk siapa...?

Sepertinya benci tidak layak untuk disimpan dalam hati
Cukup di mulut saja.

Dan jangan biarkan hati pun ikut berkata benci
Jauhkan kebencian itu dengan rasa sayang.. .
Memang benci hanya terucap
tapi hati menyatakan keduanya benci dan sayang…

Biarkan hati tetap berkata "SAYANG" untuk selamanya

Kamis, 22 November 2012

Salahkah Aku Mencintaimu?

Aku tau ini salah
Semua karena ku cinta, kamu
Oh Tuhan, tolonglah ku
Hapuskan dia dari hidupku
Aku memang mencintai dia
Tetapi,
mengapa semua terasa salah mencintainya
Ketika aku telah jatuh hati kepadamu
Seketika semuanya terasa hancur
Ketika aku di hadapkan dengan kenyataan ini,
bahwa aku di UNFOLLOW!!
Air mata pub terjatuh
Aku terjatuh tak dapat menahan kenyataan ini
Keesokan harinya, mataku sembab karena-nya
Aku benar-benar tak ingin bertemu dengan nya
Namun, dia pun lewat di hadapanku
Dengan mimik muka yang datar seperti biasa
"Oh Tuhan, mengapa aku dapat menyukai orang yang dingin seperti es ini?"
Ucapku lirih dalam hati ini
Hingga pada akhirnya, aku dapat menerima kenyataan
Mungkin aku tak berjodoh dengannya
Dan jika Tuhan mempertemukan kita lagi,
mungkin rasa ini telah pupus selamanya.
Meski dia yang mencintaiku, aku tak dapat menerimanya kembali.
Sudah cukup hati ini tersakiti oleh mu.

From: mbee, mbaa, mbex, chot, ntep
To: Wc

Selasa, 20 November 2012

Melupakan? Tidak...

Selambat atau secepat apa kita ingin melupakan? Tidak ada
jawaban yang tersirat, pun tersurat.
Selama ingatan adalah akarnya melupakan adalah milik waktu;
kapan pun itu.
"Aku t'lah melupakanmu!" Mungkin, makna sebenarnya adalah
"aku (merasa) telah melupakanmu." Faktanya: tidak!
Biarkan waktu yang melupakanmu karena aku tak mampu
membunuh ingatanku.
Melupakan semua tentangmu? Tak mungkin; karena kamu
tinggal dalam ingatan.

Menguji Rindu

Kisah yang setiap tahun akan selalu berulang; bertemu, lalu
dipisahkan jarah. Dan rindu kemudian jadi ujian bagi kedua hati.
Seperti kita, saat tanganku terasa berat untuk melambaikan
perpisahan. Saat ragamu hilang di garis pandangan, sakit rindu
hatiku.
Tak sabar rasanya meraih gagang telepon, haus akan suara dan
desah napasmu. "Baik," jawabmu saat'ku bertanya kabarmu. tapi
kita sama-sama tahu saat ini sedang merindu. Dan saat jujurmu
mendorong lidahmu mengaku, tentang betapa ingin kau bertemu
tanganku mengepal tanpa daya.
"Aku juga ingin memelukmu," aku, begitu perih kini hatiku.
Mulut ini tak berani berjanji, memberi harapan yang tak pasti.
Tapi ini benar; aku pasti kembali, sayang.
Demimu, aku pasti kembali.

Mengejar Cinta Semestinya

Kala gelisah menjamu ketermanguan, beginilah cinta kueja
dalam kata:

"LELAH, AKHIRNYA. HANYA ADA GETAR LEMAH YANG TERSISA,
SETERUSNYA, KATA-KATA TAK BERWUJUD SAPA. AKU HANYA
BISA MENERIMA JIKA INI MEMANG SEHARUSNYA."

Dan, beginilah cinta kujamu dalam doa, ketika menyapa
ruang hampa dan mencari sandaran:

"TUHAN, TEMANILAH DALAM KEGELISAHAN INI. ITU SAJA."

Tak pernah ada kata sia-sia untuk sebuah doa. Setitik terang
terpendar, di keesokan harinya. Kupagut lagi cinta dalam rona
senyum yang menepikan praduga:

"MENDEKAP SIANG, MENIMANG MIMPI. JALANI LAGI, GETAR
YANG SEMPAT MENGENDUS RAGU DALAM LAJUNYA."

Rindu Itu Kamu

Rindu itu sunyi. Cuma kamu yang bisa
meramaikannya.
Rindu itu api Cuma kamu yang
mampu memadamkannya.
Rindu itu semena-mena.
Begitu terantuk di matamu, tak mau lari
ke mana-mana.
Rinduku itu haus dan lapar.
Cuma kehangatan tanganmu yang bisa
menghilangkan rindu itu.

Beginilah Rindu Kubakukan

Rindu adalah perjalanan tertundah,
terentang sebagai kesatuan harapan
dan keterpisahan.
Di matamu, ingin kuberhenti.
Seketika? bukan.
Rindu bermula dari serpih getar untuk saling
berharap: kita bertemu di satu titil penyatuan.
Semuanya tertulis jelas di air mukaku;
rindu ini mengurai segala tentangmu.
Kapan pun, di mana pun,
kamu memenuhi detikku.

Notasi



Pada akhirnya perjalanan panjang yang bisa
memahamkan; di posisi mana, arti hadir kita.
Sekedar remah atau senyata emas.
Jatuh cinta pada pandangan pertama, itu
mungkin terjadi. Tapi, sekali lagi, waktu juga
yang akan menguji.
Tak butuh menjadi siapa atau apa aku di
matamu. Ketika cinta jatuh telak di hatimu,
aku adalah aku tanpa awalan atau akhiran.
Ketika kamu jatuh telak di hatiku,, kamu
adalah kamu tanpa notasi berurutan;
di hatiku.

Kamu Adalah Semata Rindu Itu



Rindu. Satu-satunya kemewahan yang kumiliki.
Ada padamu, titik! Selalu ingin kuberi dan tak ingin
kuingkari.
Pada larik-lariknya, aku bisa berkaca tentang
dambaku yang merejuk senyap, dan
memendarkan getar pesakitan. Setia tergopoh
berlari ke arahmu, kapan pun itu.
Adalah semata dirimu yang membuat diriku
merasa luar biasa.
Adalah rekah-tawa dan lebam-tangis yang
membuat kebersamaan kita selama ini menjadi
berharga dan bermakna,.
Adalah dirimu, semata sebab yang menghadirkan
bahagiaku berlinang air mata

Senin, 19 November 2012

Di Cinta, Aku Berhenti Membacamu

Bukan soal kata ganti orang pertama atau kedua.
Yang kucari adalah subyek dengan abjad cinta yang
berfungsi sebagai kata kerja.
Di kata cinta ingin berhenti membacamu. Lalu,
tanya.
Bagaimana menulis kata cinta? Aku hanya mampu
mengeja hurufnya, selebihnya adalah rasa yang diam
dari kedalamannya.
Lalu, terang senja menyatukan kita di ruang cahaya.

Rumah Hatimu

Rumah. Sejauh mana pun aku melangkah
dan berlari, kepadanya juga aku kembali.
Rumah. Karena di sanalah hati begitu
nyaman berdiam. Ada rindu yang terus
bernyawa. Membawa inginku selalu
kembali kepadanya.
Rumah itu kamu. Semesta nyaman
yang menajalar dan teduh yang berjajar.
Menguar rindu yang tak terbilang.
Mengejar cinta - tanpa tanda tanya,
berulang-ulang.
Rumah itu, hatimu.

Satu-Satunya Kesalahanku Adalah Mencintaimu

Kesalahan berlapis yang kusyukuri.
Karena tak pernah ada penyesalan yang
mengikuti. Karena bisa mencintaimu adalah
sebuah keajaiban sempurna yang mengakar
lekang dalam barisan hari. Hari itu - ketika kita
bersama mengucapkan janji, tunduk teduh pada
keakuan hati, detik ini dan selamanya, nanti.
Absurd tapi absolut. Begitu mengagumkan
kemiripan antara cinta dan kegilaan. Dua-duanya
serba tak terduga. Rinduku padamu telah
membumihanguskan kewarasan, itulah nyatanya.
Seperti lilin yang membakar dirinya hingga luluh
lantak pada ketiadaan. Menjadi awal seperti
sedia kala, senyawa dalam dirinya tanpa api yang
berpijar sebagai titik pengakhirannya.

Begitu Beda Tanpamu

Begitu beda, tanpamu.
Begitu sepi, tanpamu
Begitu tak bisa dab tak terbiasa aku tanpamu.
Yang aku tahu... begitu bahagia aku denganmu. Titik!

Dear You

Tulisan ini dipersembahkan untuk cinta,
demi cinta, dan  kepada cinta.

Ingat-ingatlah semua pagi yang kau syukuri
karena masih bisa terbangun di sisinya, semua
siang yang kau habiskan dengan merindukannya,
juga malam-malam yang kau tutup dengan doa
memohon kebahagiaannya.

Temukanlah cerita tentang cintamu di tulisan ini-dan
bersiaplah untuk jatuh cinta lagi...


Minggu, 18 November 2012

Catatan Kecilku "Thank"

Ya, semua ini adalah seluruh catatan kecilku untukmu.
Untuk semua orang-orang yang oernah hadir dalam hidupku.
Walu tak bisa bersama selamanya. Walau ku tak tau apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi, terima kasih untuk kamu yang pernah hadir dalam kehidupanku :).

Cinta itu...

Cinta itu, butuh pengorbanan yang masuk akal.
Cinta itu, sebuah rasa bukan logika.
Cinta itu, bukan ucapan melainkan perbuatan.
Cinta itu, janji tapi bukti.
Cinta itu, kebahagiaan bukan kesengsaraan.
Cinta itu, kebebasan bukan paksaan.
Cinta itu, datang tanpa sebuah alasan.
Cinta itu, saat aku dan kamu menjadi kita.
Cinta itu, kita. Tanpa dia.
Cinta itu, tak mengenal perbedaan.
Cinta itu, tak memilih.
Cinta itu, senyuman manis.
Cinta itu, rasa saling memiliki.
Cinta itu, bukan sekedar pacaran tapi rasa menyayangi.

Catatan Kecilku "Tuk yang Telah Pergi"

Kau yang telah pergi.
Tak mungkin kembali.
Air mata takkan bisa membawa kembali.
Kau yang tercinta.
Tak seharusnya pergi.
Ku merindukanmu saat tak hadir di sini.

Air mata ini. Kepedihan ini.
Tak akan pergi sampai kita bertemu nanti.

Hati ini. Jiwa ini.
Masih ingin kau di sini.

Aku takkan lupa kamu.
Meski jasadmu tak lagi temani